Ini Lho Standar Tekanan APAR yang Wajib Kamu Ketahui!

Memastikan APAR di rumah atau kantor kamu berada dalam kondisi prima bukan hanya soal memeriksa tanggal kedaluwarsa atau fisik luar saja, loh. Salah satu hal krusial yang sering terlewat adalah mengecek dan memahami standar tekanan APAR.

Tekanan yang terlalu rendah mungkin membuat APAR tidak efektif saat kamu gunakan, sedangkan tekanan yang terlalu tinggi? Bisa jadi bom waktu yang siap meledak. Serem, kan? Makanya, pastikan kamu simak ulasan lengkapnya berikut ini ya!

4 Alasan Kenapa Kamu Wajib Paham Standar Tekanan APAR, Yuk Cari Tahu Disini!

indikator tekanan apar jarum indikator aparGak cuma buat jaga-jaga kalau ada kebakaran aja, tapi banyak alasan lain yang bikin pengetahuan tentang tekanan tabung APAR ini wajib hukumnya. Kamu penasaran? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

1. Keselamatan

Memahami standar tekanan tabung APAR membantu kamu memastikan bahwa alat pemadam kebakaran kamu berfungsi optimal saat situasi darurat. Bayangin aja, kalau pas kebakaran, APAR kamu gak berfungsi dengan baik karena tekanannya gak sesuai standar. Ngeri, kan?

2. Kepatuhan Regulasi

Setiap negara, termasuk Indonesia, punya regulasi tertentu tentang penggunaan dan pemeliharaan APAR, termasuk standar tekanan APAR. Dengan memahami standar tekanan, kamu jadi lebih mudah mematuhi regulasi tersebut dan menghindari denda atau sanksi yang mungkin diberlakukan.

3. Efisiensi Biaya

APAR tekanannya tidak sesuai standar baik itu low pressure maupun overcharge bisa lebih cepat rusak, loh! Ini berarti kamu harus sering ganti unit baru atau melakukan perbaikan yang tentu saja butuh biaya tambahan.

4. Pemeliharaan yang Tepat

Pemahaman tentang standar tekanan APAR yang ideal memungkinkan kamu melakukan pengecekan rutin dengan lebih akurat. Kamu jadi bisa deteksi dini jika ada masalah pada APAR sebelum benar-benar diperlukan.

Selain itu, jika tekanan tidak sesuai standar bisa bikin alat ini jadi tidak efektif dan bahkan berbahaya! Memang apa saja sih bahayanya? Yuk, simak penjelasan lengkap berikut ini!

1. Resiko Kegagalan Fungsi

Jika tekanan dalam tabung APAR terlalu rendah (low pressure), efektivitas alat dalam memadamkan api bisa berkurang drastis. Ini artinya, saat kamu butuh alat pemadam api ringan (APAR) malah tidak bisa berfungsi maksimal.

2. Bahaya Ledakan

Selain pemadaman tidak maksimal, tekanan yang terlalu tinggi (overcharge) juga berbahaya loh! Tabung yang overpressure bisa berisiko meledak, dan tentunya ini bisa sangat berbahaya bagi siapa saja yang ada di sekitar.

Jadi, jangan anggap remeh tekanan dalam tabung APAR ya! Pastikan bahwa semuanya sesuai standar bukan hanya soal memenuhi regulasi. Tapi juga tentang menjaga keamanan semua orang di sekelilingmu, waspada dan bertindaklah sebelum terlambat!

Standar Tekanan APAR Normal, Bagaimana Cara Mengetahuinya?

Standar Tekanan APAR kapan kontrol tekanan apar dilakukan

Kamu pasti pernah kepikiran gimana cara mengecek tekanan pada tabung pemadam kebakaran masih layak atau udah gak layak pakai? Ternyata, ada dua sistem tekanan yang umum digunakan pada APAR, yaitu stored pressure dan cartridge, makanya simak cara mengetahuinya berikut ini!

1. Sistem Cartridge

  • Pada sistem ini, tekanan APAR disimpan di dalam sebuah cartridge yang terpisah.
  • Cara mengeceknya mudah banget, lho! Kamu cuma perlu lihat ulir yang ada pada leher tabung untuk memastikan standar tekanan APAR.
  • Perhatikan segel di leher tabungnya, jika segel itu masih terlihat utuh seperti waktu kamu baru beli atau isi ulang, berarti tekanan di dalamnya masih terjaga dengan baik. Ini berarti APAR masih siap pakai dan aman.

2. Sistem Stored Pressure

  • Kalau APAR kamu menggunakan sistem stored pressure, cara mengeceknya beda nih.
  • Lihat saja pressure gauge yang letaknya di dekat tuas APAR.
  • Ada jarum manometer di situ yang akan menunjukkan tekanan saat ini. Kalau jarumnya masih berada di zona hijau, yang biasanya antara 15-20, itu artinya tekanan di dalam APAR masih normal.

Gampang kan? Dengan memastikan standar tekanan APAR kamu dalam kondisi yang tepat, kamu bisa lebih tenang dan siap sedia menghadapi situasi darurat. Jangan lupa juga untuk rutin melakukan pengecekan ini, karena alat pemadam kebakaran yang efektif adalah kunci utama dalam menjaga keselamatan.

Yuk, Cari Tahu Apa Sih yang Bikin Tabung APAR Berkurang (Low Pressure) dan Berlebih (Overcharge)?

Standar Tekanan APAR tekanan tabung APAR turunKenapa tekanan di dalam tabung APAR bisa berkurang atau malah berlebih? Ini bukan hanya soal angin-anginan, loh! Tekanan dalam tabung APAR yang tidak stabil bisa mengurangi efektivitasnya, bahkan bisa berbahaya. Nah, biar lebih paham, yuk kita ulik apa saja yang bisa menyebabkan hal ini terjadi!

  • Kebocoran, penurunan standar tekanan APAR bisa terjadi jika ada celah kecil di tabung atau selang yang membuat gas pelan-pelan keluar. Kebocoran ini bisa terjadi karena korosi, rusaknya seal, atau karena tabung sudah tua.
  • Perubahan Suhu Lingkungan, seperti benda yang berisi gas pada umumnya, tekanan dalam tabung APAR bisa naik turun tergantung suhu di sekitarnya. Cuaca panas bisa bikin gas mengembang, sehingga tekanan meningkat. Sebaliknya, cuaca dingin bisa menyebabkan tekanan dalam tabung menurun.
  • Pemakaian, setiap kali kamu menggunakan APAR, tekanan dalam tabung pasti berkurang. Jadi, jika sudah kamu gunakan, tekanan bisa jadi turun drastis dan perlu untuk isi ulang medianya.
  • Umur Tabung, penyebab standar tekanan APAR juga tidak terlepas dari usia pemakaian tabung. Semakin tua umur tabung, semakin tinggi risiko terjadinya kebocoran atau kerusakan pada komponen yang bisa mempengaruhi tekanan.
  • Pengisian Berlebih, terkadang, saat kamu isi ulang, tabung bisa saja terisi lebih dari kapasitas yang seharusnya. Ini bisa berbahaya karena tekanan yang berlebihan bisa menyebabkan tabung pecah.

Jangan Panik! Begini Cara Mudah Atasi APAR Low Pressure dan Overcharge

tekanan tabung apar tekanan apar normalKamu pernah gak sih mendapati tabung APAR (Alat Pemadam Api Ringan) area industri atau kantor kamu tiba-tiba menunjukkan tekanan yang tidak normal? Ada dua kemungkinan, nih, tekanan terlalu rendah (low pressure) atau terlalu tinggi (overcharge).

So, gimana cara mengatasinya? Pastikan kamu melakukan pengecekan dan maintenance secara rutin. Selain itu, masih ada beberapa cara jitu cek standar tekanan APAR yang bisa kamu gunakan loh! Apa sajakah itu? Yuk, simak penjelasan berikut!

1. Pengecekan Gauge Tekanan

Langkah pertama adalah memeriksa gauge tekanan pada APAR kamu. Ini akan memberi tahu kamu apakah tekanan terlalu rendah atau terlalu tinggi. Idealnya, jarum harus berada di zona hijau yang menandakan tekanan normal, untuk memudahkan pengecekannya kamu bisa gunakan Firecek.

Alat canggih ini membantumu melakukan pemeriksaan rutin dengan cepat dan akurat hanya cukup dengan smartphone saja. Say goodbye to kerumitan inspeksi manual, dan sambut kemudahan dengan Firecek, coba sekarang disini!

 

2. Servis Rutin

Jika tekanan terlalu rendah, bisa jadi APAR kekurangan gas, sementara jika tekanan yang terlalu tinggi bisa berisiko membuat tabung pecah. Di kedua kasus ini, langkah terbaik adalah membawa APAR ke teknisi yang berkualifikasi untuk servis atau refill sesuai kebutuhan.

3. Pengujian Hydrotest

Hydrotest adalah metode pengujiannya dengan mengisi tabung APAR dengan air atau fluida lain pada tekanan yang lebih tinggi dari standar tekanan APAR normal. Hal ini bertujuan untuk memastikan kekuatan dan kebocoran tabung, pengujian ini biasanya oleh teknisi profesional sehingga tidak perlu khawatir akan keamanannya.

4. Hindari Suhu Ekstrem

Simpan APAR di tempat yang suhunya stabil, karena suhu yang terlalu panas atau dingin bisa mempengaruhi tekanan dalam tabung. Jika memang akan kamu tempatkan di suhu yang ekstrim atau berada di luar ruangan pakai box APAR.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, kamu tidak hanya bisa mengatasi standar tekanan APAR yang tidak normal, tapi juga meningkatkan kesiapan kamu dalam menghadapi situasi darurat. Ingat, lebih baik mencegah daripada mengobati. Stay safe ya!

Leave a Comment