Standar Penempatan APAR yang Benar Sesuai Permenakertrans

Tahukah kamu bahwa standar penempatan APAR menjadi lebih dari sekadar aturan, melainkan garis hidup yang menentukan nasib banyak orang. Loh mengapa demikian? Pasalnya, penerapan standar tersebut akan mempengaruhi rasa aman bagi setiap orang yang beraktivitas di dalam gedung.

Meskipun sop pemasangan APAR ini sangat krusial, faktanya masih banyak loh yang belum mengetahui apa saja sih isi dari standar pemasangan APAR tersebut. Apakah kamu salah satunya? Jika iya, yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini! Pastikan kamu membacanya sampai selesai ya.

5 Alasan Kenapa Harus Mengikuti Standar Penempatan APAR yang Berlaku!

Tahukah kamu bahwa mengikuti standar pemasangan APAR yang berlaku sangat penting? Pasalnya jika tabung APAR tidak kamu tempatkan sesuai standar akan berdampak pada tingkat efektivitasnya saat kamu gunakan untuk memadamkan api.

Selain itu, masih ada beberapa alasan yang cukup krusial, sehingga dalam penempatan tabung APAR harus sesuai dengan standar yang berlaku. Kamu mau tahu apa saja alasannya? Yuk, simak penjelasan lengkap berikut ini!

  1. Aksesibilitas Cepat, dalam standar penempatan APAR dirancang untuk memastikan APAR dapat kamu akses dengan cepat dan mudah dalam situasi darurat. Jika alat pemadam api kamu tempatkan secara sembarangan, hal itu dapat menunda respons dalam memadamkan api, yang bisa berakibat fatal.
  2. Efektivitas Penggunaan APAR, penempatan tabung APAR yang tepat memungkinkan alat pemadam api ringan dapat kamu gunakan secara efektif. Oleh karenanya APAR harus kamu letakkan di lokasi strategis yang mudah terlihat, dekat dengan pintu keluar darurat.
  3. Kepatuhan terhadap Regulasi, mengikuti standar penempatan tabung APAR adalah bagian dari kepatuhan terhadap peraturan keselamatan kerja. Kepatuhan ini tidak hanya menghindari sanksi, tetapi juga menunjukkan komitmen terhadap keselamatan lingkungan kerja dari kebakaran yang bisa mengancam setiap waktu.
  4. Pengurangan Risiko Kebakaran, dengan mengikuti standar penempatan APAR yang benar sesuai aturan yang berlaku juga dapat mengurangi risiko kerusakan besar. Sehingga, kamu bisa meminimalisir potensi kerusakan akibat kebakaran properti, melindungi nyawa, dan aset berharga yang kamu miliki.
  5. Manajemen Risiko yang Efektif, sop penempatan tabung APAR merupakan bagian dari strategi manajemen risiko yang efektif. Dengan tabung APAR kamu tempatkan dengan benar akan memberikan ketenangan pikiran karena fasilitas atau tempat tinggal sudah terdapat APAR yang siap pakai.

Standar Penempatan APAR yang Benar Permenakertrans No PER.04/MEN/1980

SOP penempatan alat pemadam api ringan menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No: PER.04/MEN/1980. Dalam peraturan ini berisi tentang syarat-syarat pemasangan dan pemeliharaan alat pemadam api ringan yang berlaku di Indonesia.

Memang syarat-syarat pemasangan APAR sesuai dengan Permenakertrans seperti apa? Tanpa berlama-lama, simak penjelasan lengkap berikut ini ya!

  1. Mudah Terlihat, alat pemadam api ringan harus kamu tempatkan pada posisi yang mudah terlihat dan kamu bisa mengaksesnya dengan mudah.
  2. Ketinggian Pemasangan, dalam standar penempatan APAR tingginya antara 15-125 cm dari lantai, gukana bracket atau box APAR untuk memudahkan pemasangannya.
  3. Lengkapi dengan Tanda APAR, saat pemasangan APAR harus kamu lengkapi dengan tanda, dengan tinggi pemberian tanda 120 cm dari dasar lantai.
  4. Sesuai Risiko Kebakaran, dalam penempatan tabung APAR harus sesuai dengan media APAR dan klasifikasi kebakaran di area yang kamu proteksi.
  5. Jarak antar APAR, untuk jarak antara APAR dengan APAR lainnya tidak boleh lebih dari 15 meter, kecuali memang saran dari ahli K3.
  6. Tabung APAR Warna Merah, semua tabung alat pemadam api ringan yang kamu pasang harus berwarna merah, agar memudahkan dalam identifikasi.
  7. Pemeliharaan Rutin, dalam peraturan tersebut juga berisi tentang keharusan melakukan pemeriksaan tabung pemadam kebakaran secara rutin, minimal 2 kali dalam setahun.

Dalam standar penempatan APAR menurut Permenakertrans No: PER.04/MEN/1980 selain berisi tentang syarat-syarat pemasangan, ternyata juga berisi batas suhu loh! Memangnya berapa suhu yang ideal menurut peraturan tersebut? Tidak boleh suhu lebih dari 49ºC dan suhu kurang dari -44ºC.

Pasalnya, suhu yang terlalu tinggi atau rendah bisa merusak komponen-komponen dalam APAR, seperti menyebabkan kebocoran pada seal atau kerusakan pressure gauge. Selain itu, suhu ekstrem juga dapat mengubah tekanan APAR, yang bisa berakibat pada penurunan efektivitas atau bahkan kegagalan saat kamu gunakan.

Syarat Pemasangan APAR Di Luar Ruangan (Outdoor)

Untuk standar penempatan APAR di luar ruangan, kamu harus menggunakan box APAR agar kondisi dan kinerjanya tetap terjaga. Pasalnya, jika tabung pemadam kebakaran terkena cuaca ekstrim ataupun terkena sinar matahari langsung akan berakibat pada tingkat efektivitasnya.

Parahnya lagi, jika alat pemadam api ringan di luar ruangan terpapar sinar matahari langsung atau cuaca ekstrim juga akan mengakibatkan malfungsi. Selain itu, penggunaan box APAR adalah untuk melindungi alat pemadam api ringan dari akibat benturan atau vandalisme.

Langkah-Langkah Pemasangan APAR Sesuai Standar

Dalam standar penempatan APAR dalam Permenakertrans No: PER.04/MEN/1980 selain berisi tentang syarat ternyata juga berisi tentang langkah-langkah pemasangannya. Memang apa saja langkah-langkah penempatan alat pemadam api ringan yang sesuai dengan standar? Simak penjelasan lengkap berikut ini!

  1. Penentuan Lokasi Pemasangan, pastikan lokasi harus mudah mudah identifikasi dan aksesnya dengan menempatkan APAR di tempat yang strategis.
  2. Ketinggian Pemasangan, tabung alat pemadam api ringan harus kamu pasang pada ketinggian antara 80 cm hingga 120 cm dari lantai.
  3. Penandaan, dalam SOP pemasangan APAR sesuai standar kamu juga harus memberikan tanda pada lokasi pemasangannya, agar tabung APAR mudah identifikasinya.
  4. Jarak Antar APAR, sesuai dengan standar penempatan APAR, pasang APAR dengan jarak antar tabungnya sekitar 15 meter. Hal itu bertujuan untuk memastikan bahwa APAR mudah kamu jangkau dari mana saja di dalam bangunan.
  5. Gunakan Box APAR, jika alat pemadam api ringan kamu pasang di luar ruangan, kamu harus menggunakan box APAR untuk melindunginya.
  6. Instruksi Penggunaan, berikan instruksi penggunaan yang jelas di dekat APAR untuk memastikan bahwa dalam keadaan darurat, pengguna bisa cepat dan efektif.
  7. Pemeliharaan dan Inspeksi Rutin, setelah terpasang, APAR harus kamu periksa secara rutin untuk memastikan kondisi baik dan siap pakai.
  8. Pelatihan Penggunaan, selain pemasangan, penting juga untuk memberikan pelatihan tentang cara penggunaan APAR kepada orang-orang yang berada di lokasi tersebut.

Jangan Lupa Lakukan Pemeliharaan APAR Sesuai Permenaker No. 4 Tahun 1980

Setelah berbicara tentang standar penempatan APAR yang benar, maka dalam pembahasan ini akan memaparkan tentang sop pemeliharaan APAR. Pasalnya, pemeliharaan alat pemadam api ringan ini memiliki peran cukup vital dalam memastikan kondisinya selalu siap pakai ketika darurat kebakaran.

Sehingga, nantinya kamu bisa meminimalisir potensi terjadinya malfungsi tabung APAR ketika kondisi darurat kebakaran. Lantas, bagaimana prosedur perawatan APAR sesuai dengan Permenaker No 4 Tahun 1980? Cek penjelasan berikut!

  1. Inspeksi Rutin, lakukan pemeriksaan APAR untuk memastikan bahwa alat tersebut dalam kondisi siap pakai, termasuk pemeriksaan fisik, segel, dan pin pengaman.
  2. Cek Tekanan, pastikan tekanan di dalam tabung APAR berada dalam rentang yang aman dan sesuai dengan spesifikasi.
  3. Pemeriksaan Tanggal Kadaluwarsa, periksa juga tanggal kadaluarsa dan pastikan isi APAR masih dalam masa pakai yang efektif.
  4. Pembersihan, pastikan tabung APAR bersih dari debu, kotoran, dan korosi, karena jika kondisinya kotor akan mempengaruhi kinerja dari APAR itu sendiri.
  5. Periksa Selang dan Nozzle, pastikan selang dan nozzle tidak tersumbat dan dalam kondisi baik, sehingga ketika kamu gunakan medianya dapat keluar.
  6. Catatan dan Dokumentasi, buat catatan terperinci tentang semua inspeksi dan perawatan yang kamu lakukan, termasuk tanggal dan hasilnya.

Itulah tadi penjelasan lengkap tentang standar penempatan APAR mulai dari alasannya, langkah-langkah hingga cara perawatan tabung APAR. Jika kamu butuh alat pemadam api ringan yang berkualitas dan bergaransi resmi, pastikan beli di kami dengan klik disini ya!

Leave a Comment